Kunjungan Strategis PP PORDASI Komisi HBA dan Tent Pegging di Sekretariat PP PERDANA Indonesia

pordasi hba kunjungan perdana

Kunjungan Strategis PP PORDASI Komisi HBA dan Tent Pegging di Sekretariat PP PERDANA Indonesia

Sleman, Yogyakarta – Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) melalui Komisi Horseback Archery (HBA) dan Tent Pegging melakukan kunjungan strategis ke Sekretariat PP PERDANA Indonesia yang berlokasi di JJ Stable Equestrian, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua PP PORDASI Komisi HBA dan Tent Pegging, Bapak Deri Asta, yang hadir bersama tim pengurus pusat sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan pengembangan olahraga panahan berkuda nasional.

Sebanyak 40 perwakilan anggota PERDANA dan PORDASI wilayah DIY dan Jawa Tengah turut hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri dari pengurus organisasi, pelatih, atlet, serta praktisi Horseback Archery. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar organisasi dan meningkatkan kualitas pembinaan olahraga berkuda di Indonesia.


Peninjauan Lapangan Horseback Archery di JJ Horseback Archery Ngemplak

Agenda kunjungan diawali dengan peninjauan lapangan Horseback Archery di fasilitas JJ Horseback Archery yang berlokasi di Ngemplak, Sleman. Dalam kesempatan tersebut, rombongan PP PORDASI Komisi HBA dan Tent Pegging melihat langsung kondisi persiapan lapangan latihan yang digunakan untuk pembinaan atlet.

Lapangan ini diharpkan bisa memiliki potensi besar sebagai pusat latihan dan pengembangan atlet Horseback Archery di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, fasilitas ini juga berperan penting dalam mendukung persiapan atlet menuju kompetisi nasional maupun internasional.


Diskusi Program Strategis di Sekretariat PP PERDANA Indonesia

Kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan resmi di Sekretariat PP PERDANA Indonesia yang berada di JJ Stable Equestrian, Jalan Godean Km 4, Banyuraden, Gamping, Sleman. Dalam sesi ini, Ketua Komisi HBA dan Tent Pegging PP PORDASI, Bapak Deri Asta, menyampaikan sejumlah program kerja strategis yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.

Salah satu kebijakan penting yang disampaikan adalah bahwa berdasarkan PO13 PORDASI tahun 2026, Ground Archery akan masuk sebagai salah satu nomor perlombaan resmi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar memanah para atlet Horseback Archery.

Kategori Ground Archery akan dibagi menjadi:

  • Junior (di bawah 18 tahun): jarak 30 meter

  • Senior (di atas 18 tahun): jarak 50 meter

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat dasar teknik memanah atlet sebelum berkompetisi dalam Horseback Archery.


Fokus Program Kerja PORDASI Tahun 2026

Program kerja utama PORDASI pada tahun 2026 akan difokuskan pada dua aspek utama, yaitu perlombaan dan pelatihan.

Program Perlombaan Nasional

Beberapa event yang direncanakan meliputi:

  • Piala Ketua Umum PORDASI

  • Piala Kemendikbud

  • Kejuaraan Nasional (Kejurnas)

Waktu pelaksanaan masih bersifat tentatif dan akan diumumkan secara resmi oleh PORDASI.

Program Pelatihan dan Sertifikasi

Selain perlombaan, PORDASI juga akan menyelenggarakan pelatihan untuk:

  • Pelatih Horseback Archery

  • Atlet Horseback Archery

  • Juri atau official pertandingan

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga secara profesional dan terstandar.


Regulasi Penggunaan Logo dan Pengembangan KTA PORDASI

Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa organisasi seperti PERDANA dan KPBI diperbolehkan menggunakan logo PORDASI dalam kegiatan resmi, baik untuk publikasi maupun sertifikat. Namun, penggunaan logo tersebut harus melalui permohonan izin tertulis terlebih dahulu kepada PORDASI.

Selain itu, PORDASI juga sedang menyusun aturan resmi terkait penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA PORDASI) yang nantinya akan menjadi identitas resmi bagi atlet, pelatih, dan official di seluruh Indonesia.


Pengembangan Cabang Tent Pegging

Selain Horseback Archery, PORDASI juga mengembangkan cabang olahraga Tent Pegging, yaitu olahraga berkuda yang menggunakan tombak dan pedang untuk mengenai target tertentu. Cabang ini merupakan salah satu disiplin olahraga berkuda yang memiliki sejarah panjang dan berkembang secara internasional.

Pengembangan Tent Pegging di Indonesia diharapkan dapat membuka peluang prestasi baru bagi atlet nasional.


Prestasi Internasional Membanggakan Tahun 2025

Horseback Archery Indonesia menunjukkan prestasi gemilang di tingkat internasional pada tahun 2025, di antaranya:

  • Dua world record diraih oleh atlet Indonesia dari Jawa Barat dan Jawa Timur

  • Prestasi tim internasional:

    • Juara 1: Perancis

    • Juara 2: Indonesia

    • Juara 3: Polandia

Prestasi ini menjadi bukti bahwa atlet Horseback Archery Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia.


MoU PERDANA dan PORDASI Perkuat Kolaborasi Nasional

Sebagai bentuk komitmen bersama, pada Februari 2026 telah ditandatangani MoU antara PERDANA Indonesia dan PORDASI. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, serta pengembangan olahraga Horseback Archery secara nasional.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat kemajuan Horseback Archery Indonesia dan mencetak lebih banyak atlet berprestasi di tingkat internasional.


Penutup

Kunjungan strategis PP PORDASI Komisi HBA dan Tent Pegging ke Sekretariat PP PERDANA Indonesia menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi organisasi dan meningkatkan kualitas pembinaan olahraga berkuda di Indonesia. Dengan program kerja yang terarah, dukungan organisasi, serta prestasi yang terus meningkat, masa depan Horseback Archery Indonesia terlihat semakin cerah.

Related posts

Leave a Comment