Ihaa RuleBook Versi Bahasa Indonesia (Terjemahan Semi Formal)

logo ihaa

IHAA RULEBOOK 

Versi lengkapnya bisa lihat di ihaa.info 

  1. Pendahuluan

  2. Peraturan Peralatan

  3. Peraturan Kuda

  4. Peraturan Kompetisi

  5. Sistem Penilaian

  6. Jenis Track

  7. Peraturan Keselamatan

  8. Official

  9. Penalti dan Diskualifikasi

1. Pendahuluan

International Horseback Archery Alliance (IHAA) adalah organisasi internasional yang bertujuan untuk:

  • Mengembangkan olahraga panahan berkuda secara global

  • Menyatukan standar kompetisi internasional

  • Menjamin keselamatan atlet, kuda, dan semua pihak yang terlibat

  • Menyediakan sistem kompetisi yang adil dan konsisten

Rulebook ini dibuat untuk memastikan bahwa semua kompetisi yang diakui IHAA menggunakan standar yang sama.


2. Prinsip Dasar

Kompetisi panahan berkuda harus berdasarkan prinsip berikut:

2.1 Keselamatan adalah Prioritas Utama

Keselamatan berikut harus selalu menjadi prioritas:

  • Atlet

  • Kuda

  • Panitia

  • Penonton

Jika ada kondisi yang berbahaya, kompetisi dapat dihentikan.


2.2 Kesejahteraan Kuda

Kuda harus diperlakukan dengan baik setiap saat.

Tidak diperbolehkan:

  • Menyakiti kuda

  • Menggunakan peralatan yang menyiksa

  • Memaksa kuda dalam kondisi tidak sehat

Kuda yang terlihat sakit, cedera, atau stres dapat didiskualifikasi dari kompetisi.


2.3 Fair Play (Permainan yang Adil)

Semua peserta harus:

  • Bertanding dengan jujur

  • Menghormati peserta lain

  • Menghormati juri dan panitia

Segala bentuk kecurangan dapat menyebabkan diskualifikasi.


2.4 Standarisasi Internasional

Tujuan IHAA adalah menciptakan standar yang sama di seluruh dunia, sehingga:

  • Atlet dari negara manapun bisa bertanding secara adil

  • Sistem penilaian konsisten

  • Kompetisi bisa dibandingkan secara internasional


2.5 Tanggung Jawab Peserta

Setiap peserta bertanggung jawab atas:

  • Keselamatan dirinya sendiri

  • Keselamatan kudanya

  • Mematuhi semua peraturan

Peserta harus memahami rulebook sebelum mengikuti kompetisi.


3. Struktur Kompetisi

Kompetisi IHAA biasanya terdiri dari:

  • Beberapa jalur (track)

  • Beberapa ronde

  • Sistem penilaian berdasarkan:

    • Akurasi

    • Waktu

    • Teknik


4. Peran Official (Petugas)

Kompetisi memiliki beberapa official:

4.1 Judge (Juri)

Tugas:

  • Menilai tembakan

  • Menentukan skor

  • Mengawasi peraturan

Keputusan juri bersifat final.


4.2 Track Manager

Tugas:

  • Mengatur jalur kompetisi

  • Menjamin keamanan jalur


4.3 Event Organizer

Tugas:

  • Mengatur keseluruhan event

  • Menyediakan fasilitas


5. Persyaratan Peserta

Peserta harus:

  • Memiliki kemampuan berkuda yang cukup

  • Bisa mengendalikan kuda dengan aman

  • Menggunakan peralatan yang aman


Bagian 2: Peraturan Peralatan

Peralatan yang digunakan dalam kompetisi harus aman dan sesuai standar. Peralatan utama meliputi:

  • Busur (Bow)

  • Panah (Arrow)

  • Busur panah cadangan (opsional)

  • Peralatan kuda

  • Perlengkapan keselamatan


2.1 Peraturan Busur (Bow Rules)

Jenis Busur yang diperbolehkan

Peserta boleh menggunakan:

  • Busur tradisional

  • Busur horsebow

  • Busur recurve tradisional

Busur harus:

  • Tidak memiliki alat bidik (sight)

  • Tidak memiliki stabilizer modern

  • Tidak menggunakan alat bantu mekanik modern

Tujuan aturan ini adalah menjaga keaslian olahraga panahan berkuda tradisional.


Busur yang tidak diperbolehkan

Tidak diperbolehkan menggunakan:

  • Compound bow

  • Busur dengan sight

  • Busur dengan release aid mekanis


Kekuatan busur

Tidak ada batas minimum atau maksimum draw weight, tetapi:

  • Busur harus aman digunakan

  • Atlet harus mampu mengontrol busur dengan baik


2.2 Peraturan Panah (Arrow Rules)

Panah boleh terbuat dari:

  • Kayu

  • Karbon

  • Aluminium

  • Kombinasi bahan

Panah harus memiliki:

  • Ujung panah yang aman (target point)

  • Tidak menggunakan broadhead

  • Tidak menggunakan ujung berburu tajam

Tujuan utama adalah keselamatan.


Persyaratan tambahan panah

Panah harus:

  • Dalam kondisi baik

  • Tidak rusak

  • Tidak retak

  • Aman digunakan

Panah rusak tidak boleh digunakan.


2.3 Jumlah Panah

Jumlah panah tergantung jenis track.

Biasanya:

  • 3 hingga 6 panah per run

  • Tergantung peraturan track

Detail jumlah panah akan dijelaskan di bagian track rules.


2.4 Arrow Carrying (Cara Membawa Panah)

Panah boleh dibawa menggunakan:

  • Quiver di pinggang

  • Quiver di punggung

  • Quiver di pelana

  • Atau metode tradisional lainnya

Peserta juga boleh menggunakan:

  • Teknik memegang panah di tangan (hand-held arrows)

Selama aman.


2.5 Peralatan Kuda (Horse Equipment)

Peralatan kuda yang diperbolehkan:

  • Pelana (saddle)

  • Tanpa pelana (bareback)

  • Tali kekang (bridle)

  • Tanpa kekang (bridleless) jika aman

Peserta harus mampu mengendalikan kuda dengan aman.


Peralatan yang tidak diperbolehkan

Tidak boleh menggunakan peralatan yang menyiksa kuda.

Contoh:

  • Peralatan yang menyebabkan luka

  • Peralatan yang menyebabkan rasa sakit berlebihan


2.6 Pakaian Peserta

Peserta boleh menggunakan:

  • Pakaian tradisional

  • Pakaian olahraga

Namun pakaian harus:

  • Aman

  • Tidak membahayakan

  • Tidak mengganggu keselamatan


2.7 Peralatan Keselamatan

Peralatan berikut direkomendasikan:

  • Helm berkuda

  • Pelindung lengan (arm guard)

  • Sarung tangan

Helm sangat direkomendasikan terutama untuk pemula.

Beberapa event mewajibkan helm.


2.8 Pemeriksaan Peralatan

Official dapat memeriksa peralatan sebelum kompetisi.

Jika peralatan dianggap:

  • Tidak aman

  • Tidak sesuai aturan

Peserta tidak diperbolehkan bertanding sampai diperbaiki.


Bagian 3: Peraturan Kuda dan Kesejahteraan Kuda

Kuda adalah bagian paling penting dalam olahraga panahan berkuda. Oleh karena itu, kesejahteraan dan keselamatan kuda harus selalu menjadi prioritas utama.


3.1 Prinsip Utama Kesejahteraan Kuda

Kesejahteraan kuda harus selalu diutamakan di atas:

  • Kompetisi

  • Skor

  • Prestasi

Tidak ada alasan apapun yang membenarkan perlakuan buruk terhadap kuda.

Jika kuda dianggap tidak layak bertanding, maka kuda tersebut tidak boleh digunakan.


3.2 Kondisi Kuda yang Layak Bertanding

Kuda harus dalam kondisi:

  • Sehat

  • Tidak cedera

  • Tidak pincang

  • Tidak sakit

  • Tidak stres berlebihan

Official atau juri dapat melarang kuda bertanding jika dianggap tidak sehat.


3.3 Pemeriksaan Kuda

Official dapat melakukan pemeriksaan terhadap kuda, termasuk:

  • Kondisi fisik

  • Tingkat kelelahan

  • Cedera

  • Kondisi umum

Jika ditemukan masalah, kuda dapat:

  • Dilarang bertanding

  • Dikeluarkan dari kompetisi


3.4 Perlakuan terhadap Kuda

Peserta harus memperlakukan kuda dengan baik.

Tidak diperbolehkan:

  • Memukul kuda secara berlebihan

  • Menyiksa kuda

  • Menggunakan kekerasan

Semua bentuk kekerasan dapat menyebabkan diskualifikasi.


3.5 Penggunaan Peralatan pada Kuda

Peralatan harus:

  • Aman

  • Tidak melukai kuda

  • Tidak menyebabkan rasa sakit berlebihan

Peralatan yang menyebabkan luka tidak diperbolehkan.


3.6 Kontrol terhadap Kuda

Peserta harus mampu mengendalikan kuda dengan baik setiap saat.

Peserta harus mampu:

  • Mengendalikan arah

  • Mengendalikan kecepatan

  • Menghentikan kuda dengan aman

Jika peserta tidak mampu mengendalikan kuda, peserta dapat didiskualifikasi.


3.7 Kuda yang Berbahaya

Jika kuda dianggap:

  • Berbahaya

  • Tidak terkendali

  • Membahayakan orang lain

Maka kuda dapat dikeluarkan dari kompetisi.

Keputusan ini dibuat oleh official atau juri.


3.8 Istirahat Kuda

Kuda harus diberikan waktu istirahat yang cukup.

Kuda tidak boleh dipaksa bertanding secara berlebihan tanpa istirahat.

Ini penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kuda.


3.9 Cedera Selama Kompetisi

Jika kuda mengalami cedera:

  • Kompetisi harus dihentikan untuk kuda tersebut

  • Kuda harus diperiksa

Kuda tidak boleh melanjutkan jika cedera.


3.10 Diskualifikasi Terkait Kesejahteraan Kuda

Peserta dapat didiskualifikasi jika:

  • Menyakiti kuda

  • Menggunakan peralatan berbahaya

  • Membahayakan kuda

IHAA memiliki kebijakan tegas terkait kesejahteraan kuda.

Bagian 4: Peraturan Kompetisi Umum

Bagian ini menjelaskan bagaimana kompetisi panahan berkuda diselenggarakan, termasuk struktur, jalur, dan pelaksanaan run.


4.1 Struktur Dasar Kompetisi

Kompetisi panahan berkuda terdiri dari:

  • Jalur (track)

  • Run (lintasan yang ditempuh satu kali)

  • Ronde (sekumpulan run)

  • Sistem penilaian

Setiap peserta akan menempuh jalur sambil menembakkan panah ke target.

Skor dihitung berdasarkan:

  • Akurasi tembakan

  • Waktu tempuh

  • Bonus atau penalti tertentu


4.2 Track (Jalur)

Track adalah jalur lurus yang dilalui oleh peserta bersama kuda.

Track biasanya memiliki:

  • Titik start

  • Area menembak

  • Target

  • Titik finish

Track harus:

  • Aman

  • Jelas ditandai

  • Bebas dari gangguan


4.3 Area Start

Area start adalah tempat peserta memulai run.

Peserta harus:

  • Siap sebelum start

  • Mengikuti instruksi official

Start dapat dilakukan:

  • Dengan aba-aba

  • Dengan sistem waktu

  • Dengan sinyal official


4.4 Area Finish

Area finish adalah akhir track.

Waktu dihitung dari:

Start → sampai → Finish

Waktu ini digunakan untuk menghitung skor waktu.


4.5 Run (Lintasan)

Run adalah satu kali perjalanan dari start ke finish.

Dalam satu run, peserta akan:

  • Mengendarai kuda

  • Menembakkan panah ke target

Peserta biasanya melakukan beberapa run dalam kompetisi.


4.6 Ronde

Ronde adalah kumpulan beberapa run.

Contoh:

  • 3 run = 1 ronde

  • atau sesuai aturan event

Skor total dihitung dari semua run.


4.7 Target

Target ditempatkan di sepanjang track.

Target dapat berada:

  • Di depan

  • Di samping

  • Di belakang

Target harus:

  • Aman

  • Jelas terlihat


4.8 Arah Tembakan

Tembakan dapat dilakukan ke arah:

  • Depan (forward shot)

  • Samping (side shot)

  • Belakang (backward shot)

Tergantung jenis track.


4.9 Batas Waktu

Setiap run memiliki batas waktu.

Jika peserta terlalu lambat:

  • Skor dapat dikurangi

  • atau tidak mendapatkan bonus waktu

Tujuan aturan ini adalah menjaga tempo kompetisi.


4.10 Bonus Waktu

Peserta yang menyelesaikan track lebih cepat dapat memperoleh bonus.

Bonus ini menambah skor total.

Namun peserta tetap harus menjaga akurasi.


4.11 Penalti

Peserta dapat menerima penalti jika:

  • Melanggar aturan

  • Menjatuhkan peralatan

  • Melanggar batas track

  • Membahayakan orang lain

Penalti dapat berupa:

  • Pengurangan skor

  • Diskualifikasi


4.12 Diskualifikasi

Peserta dapat didiskualifikasi jika:

  • Melanggar aturan serius

  • Membahayakan keselamatan

  • Melakukan tindakan tidak sportif

Keputusan diskualifikasi dibuat oleh official.


4.13 Keputusan Official

Official memiliki wewenang untuk:

  • Menilai run

  • Memberikan penalti

  • Menghentikan run jika berbahaya

Keputusan official bersifat final.

Bagian 5: Sistem Penilaian (Scoring System)

Bagian ini menjelaskan bagaimana skor dihitung dalam kompetisi panahan berkuda IHAA. Skor biasanya terdiri dari beberapa komponen utama:

  • Skor target (akurasi)

  • Bonus waktu

  • Penalti (jika ada)

Skor akhir adalah gabungan dari semua komponen tersebut.


5.1 Skor Target (Target Score)

Setiap target memiliki zona nilai.

Contoh umum:

  • Tengah target (bullseye) → nilai tertinggi

  • Lingkaran tengah → nilai sedang

  • Lingkaran luar → nilai lebih rendah

  • Tidak mengenai target → nilai 0

Nilai spesifik tergantung jenis target dan track yang digunakan.

Semakin akurat tembakan, semakin tinggi skor.


5.2 Target yang Sah

Target dianggap sah jika:

  • Panah menancap di target

  • Panah mengenai permukaan target secara jelas

Jika panah memantul atau jatuh tanpa menancap, biasanya tidak dihitung.


5.3 Jumlah Panah dan Skor Maksimum

Setiap run memiliki jumlah panah tertentu.

Contoh:

  • 3 panah → skor maksimum tergantung nilai target

  • 5 panah → skor maksimum lebih tinggi

Total skor run adalah jumlah semua skor panah.


5.4 Bonus Waktu (Time Bonus)

Peserta bisa mendapatkan bonus jika menyelesaikan track lebih cepat dari waktu standar.

Tujuan bonus waktu:

  • Mendorong kecepatan

  • Mendorong efisiensi

Namun kecepatan harus tetap aman.

Bonus waktu biasanya dihitung berdasarkan:

Selisih antara waktu peserta dan waktu standar.


5.5 Waktu Standar

Waktu standar adalah waktu referensi untuk track.

Waktu ini ditentukan oleh official berdasarkan:

  • Panjang track

  • Tingkat kesulitan

  • Standar kompetisi

Peserta yang lebih cepat dari waktu standar mendapat bonus.

Peserta yang lebih lambat biasanya tidak mendapat bonus.


5.6 Penalti

Penalti diberikan jika peserta melakukan pelanggaran.

Contoh pelanggaran:

  • Menjatuhkan panah

  • Keluar jalur

  • Melanggar aturan keselamatan

  • Menggunakan peralatan tidak sesuai

Penalti dapat berupa:

  • Pengurangan skor

  • Skor nol untuk run tersebut

  • Diskualifikasi (untuk pelanggaran serius)


5.7 Skor Total Run

Skor total run dihitung dari:

Skor Target

  • Bonus Waktu
    − Penalti

Contoh:

Skor target: 15
Bonus waktu: 3
Penalti: 2

Skor total:
15 + 3 − 2 = 16


5.8 Skor Total Kompetisi

Skor total kompetisi adalah jumlah dari semua run.

Contoh:

Run 1: 16
Run 2: 18
Run 3: 14

Total skor:
16 + 18 + 14 = 48

Peserta dengan skor tertinggi menjadi pemenang.


5.9 Tie Score (Skor Seri)

Jika dua peserta memiliki skor yang sama, pemenang dapat ditentukan berdasarkan:

  • Waktu lebih cepat

  • Jumlah bullseye lebih banyak

  • Run tambahan (jika diperlukan)

Keputusan ditentukan oleh official.


5.10 Validitas Skor

Official bertanggung jawab untuk:

  • Mencatat skor

  • Memastikan akurasi

  • Memverifikasi hasil

Keputusan official bersifat final.

Bagian 6: Jenis-Jenis Track (Jalur) IHAA

IHAA memiliki beberapa jenis track standar yang digunakan dalam kompetisi internasional. Setiap track dirancang untuk menguji kemampuan berbeda, seperti:

  • Akurasi

  • Kecepatan

  • Kontrol kuda

  • Teknik menembak

Track utama IHAA adalah:

  1. Tower Track

  2. Raid Track

  3. Hunt Track


6.1 Tower Track

Tower Track adalah track paling dasar dan paling umum digunakan.

Track ini cocok untuk:

  • Pemula

  • Kompetisi nasional

  • Kompetisi internasional


Karakteristik Tower Track

Ciri utama:

  • Jalur lurus

  • Target berada di samping track

  • Target berada pada posisi tetap

Peserta menembak target saat kuda bergerak maju.


Panjang Track

Biasanya:

90 meter
(atau sesuai standar event)

Track terdiri dari:

  • Area start

  • Area menembak

  • Area finish


Jumlah Target

Biasanya terdapat:

3 target

Target ditempatkan di sisi track.


Arah Tembakan

Peserta biasanya menembak ke arah:

  • Samping kiri
    atau

  • Samping kanan

Tergantung pengaturan event.


track hba

Tujuan Tower Track

Tower Track menguji:

  • Akurasi dasar

  • Kontrol kuda

  • Stabilitas penunggang

Track ini fokus pada teknik dasar.


6.2 Raid Track

Raid Track lebih kompleks dibanding Tower Track.

Track ini mensimulasikan kondisi pertempuran.


Karakteristik Raid Track

Ciri utama:

  • Beberapa target

  • Arah tembakan bervariasi

  • Membutuhkan teknik lebih tinggi

Peserta harus menembak ke berbagai arah.


Arah Tembakan Raid Track

Peserta dapat menembak ke:

  • Depan (forward shot)

  • Samping (side shot)

  • Belakang (backward shot)

Ini membutuhkan skill lebih tinggi.


Tujuan Raid Track

Raid Track menguji:

  • Fleksibilitas penunggang

  • Kemampuan teknik lanjutan

  • Kontrol penuh terhadap kuda

Track ini lebih menantang.


6.3 Hunt Track

Hunt Track mensimulasikan situasi berburu.

Track ini menguji refleks dan kemampuan adaptasi.


Karakteristik Hunt Track

Ciri utama:

  • Target dengan posisi berbeda

  • Target bisa muncul di berbagai lokasi

Peserta harus cepat bereaksi.


Tujuan Hunt Track

Hunt Track menguji:

  • Refleks

  • Kecepatan reaksi

  • Kemampuan adaptasi

Track ini sangat dinamis.


6.4 Variasi Track

Event organizer dapat memodifikasi track berdasarkan:

  • Tingkat kompetisi

  • Lokasi

  • Tingkat peserta

Namun harus tetap mengikuti standar IHAA.


6.5 Standar Keamanan Track

Track harus:

  • Aman

  • Bebas dari rintangan berbahaya

  • Memiliki area aman untuk peserta dan penonton

Keamanan adalah prioritas utama.


6.6 Penempatan Target

Target harus:

  • Terlihat jelas

  • Dipasang dengan aman

  • Tidak membahayakan peserta atau kuda

Target harus konsisten untuk semua peserta.

Bagian 7: Peraturan Keselamatan (Safety Rules)

Keselamatan adalah prioritas utama dalam semua kegiatan panahan berkuda. Semua peserta, official, dan penyelenggara wajib mematuhi aturan keselamatan untuk mencegah kecelakaan.


7.1 Prinsip Dasar Keselamatan

Keselamatan harus selalu diutamakan di atas:

  • Skor

  • Kecepatan

  • Kompetisi

Jika terjadi kondisi berbahaya, kompetisi harus dihentikan.

Official memiliki wewenang penuh untuk menghentikan kompetisi demi keselamatan.


7.2 Keselamatan Peserta

Peserta harus:

  • Memiliki kemampuan berkuda yang cukup

  • Mampu mengendalikan kuda dengan aman

  • Menggunakan peralatan yang aman

Peserta tidak boleh bertindak ceroboh atau membahayakan orang lain.


7.3 Penggunaan Peralatan yang Aman

Semua peralatan harus:

  • Dalam kondisi baik

  • Tidak rusak

  • Aman digunakan

Peralatan yang rusak tidak boleh digunakan.

Official dapat melarang penggunaan peralatan yang dianggap berbahaya.


7.4 Keselamatan Kuda

Kuda harus:

  • Sehat

  • Tidak cedera

  • Tidak dipaksa melebihi kemampuan

Jika kuda menunjukkan tanda bahaya, run harus dihentikan.


7.5 Kontrol Kuda

Peserta harus selalu memiliki kontrol terhadap kuda.

Peserta harus mampu:

  • Mengendalikan arah

  • Mengendalikan kecepatan

  • Menghentikan kuda

Kuda yang tidak terkendali dapat menyebabkan diskualifikasi.


7.6 Keselamatan Area Track

Track harus:

  • Aman

  • Bebas dari rintangan berbahaya

  • Memiliki area aman di sekitar track

Penonton harus berada di area aman.


7.7 Posisi Official dan Penonton

Official dan penonton harus berada di lokasi yang aman.

Mereka tidak boleh berada di jalur kuda atau jalur panah.

Ini untuk mencegah cedera.


7.8 Prosedur Darurat

Jika terjadi keadaan darurat:

  • Run harus dihentikan

  • Peserta harus menghentikan kuda

  • Official akan menangani situasi

Keselamatan semua pihak adalah prioritas utama.


7.9 Menghentikan Run

Official dapat menghentikan run jika:

  • Terjadi bahaya

  • Peserta kehilangan kontrol

  • Kuda dalam kondisi tidak aman

Peserta harus segera mematuhi instruksi official.


7.10 Diskualifikasi karena Alasan Keselamatan

Peserta dapat didiskualifikasi jika:

  • Membahayakan orang lain

  • Membahayakan kuda

  • Melanggar aturan keselamatan

Keselamatan tidak dapat dikompromikan.


7.11 Tanggung Jawab Penyelenggara

Penyelenggara harus memastikan:

  • Track aman

  • Peralatan aman

  • Lingkungan aman

Penyelenggara bertanggung jawab atas keselamatan event.

Bagian 8: Official dan Tanggung Jawabnya

Official adalah orang yang bertanggung jawab untuk memastikan kompetisi berjalan dengan aman, adil, dan sesuai aturan.

Official memiliki wewenang untuk mengatur, mengawasi, dan mengambil keputusan selama kompetisi.


8.1 Jenis-Jenis Official

Official dalam kompetisi IHAA biasanya terdiri dari:

  • Judge (Juri)

  • Track Manager

  • Event Organizer

  • Timer (Petugas waktu)

  • Scorekeeper (Pencatat skor)

Setiap official memiliki peran penting.


8.2 Judge (Juri)

Judge adalah official utama dalam kompetisi.

Tugas Judge meliputi:

  • Menilai tembakan peserta

  • Menentukan skor

  • Memastikan aturan dipatuhi

  • Memberikan penalti jika diperlukan

Judge harus bersikap adil dan objektif.


8.3 Wewenang Judge

Judge memiliki wewenang untuk:

  • Memberikan penalti

  • Membatalkan run

  • Mendiskualifikasi peserta

  • Menghentikan kompetisi jika berbahaya

Keputusan judge bersifat final.


8.4 Track Manager

Track Manager bertanggung jawab atas track.

Tugas Track Manager meliputi:

  • Menyiapkan track

  • Memastikan track aman

  • Mengatur jalannya run

Track Manager memastikan semua berjalan dengan aman.


8.5 Timer (Petugas Waktu)

Timer bertugas untuk:

  • Mengukur waktu peserta

  • Mencatat waktu dengan akurat

Waktu digunakan untuk menghitung bonus waktu.


8.6 Scorekeeper (Pencatat Skor)

Scorekeeper bertugas untuk:

  • Mencatat skor peserta

  • Menyimpan catatan skor

Skor harus dicatat dengan akurat.


8.7 Event Organizer

Event Organizer bertanggung jawab atas seluruh kompetisi.

Tugas meliputi:

  • Mengatur event

  • Menyediakan fasilitas

  • Menyediakan official

Event Organizer memastikan event berjalan dengan baik.


8.8 Tanggung Jawab Official terhadap Keselamatan

Official harus memastikan:

  • Track aman

  • Peserta aman

  • Kuda aman

Official dapat menghentikan kompetisi jika ada bahaya.


8.9 Netralitas Official

Official harus bersikap:

  • Netral

  • Adil

  • Tidak memihak

Official tidak boleh memberikan keuntungan kepada peserta tertentu.


8.10 Keputusan Official

Keputusan official bersifat final.

Peserta harus menghormati keputusan tersebut.

Bagian 9: Penalti, Pelanggaran, dan Diskualifikasi

Bagian ini menjelaskan tentang jenis pelanggaran, penalti yang dapat diberikan, dan kondisi yang dapat menyebabkan diskualifikasi peserta.

Tujuan aturan ini adalah untuk menjaga:

  • Keselamatan

  • Fair play (keadilan)

  • Standar kompetisi


9.1 Jenis Pelanggaran

Pelanggaran dapat berupa:

  • Pelanggaran teknis

  • Pelanggaran keselamatan

  • Pelanggaran peralatan

  • Perilaku tidak sportif

Setiap pelanggaran dapat dikenakan penalti.


9.2 Pelanggaran Teknis

Contoh pelanggaran teknis:

  • Menjatuhkan panah

  • Menjatuhkan busur

  • Melewati batas track

Pelanggaran ini biasanya dikenakan pengurangan skor.


9.3 Pelanggaran Keselamatan

Contoh pelanggaran keselamatan:

  • Membahayakan orang lain

  • Tidak mengendalikan kuda

  • Menggunakan peralatan berbahaya

Pelanggaran ini lebih serius.


9.4 Pelanggaran Peralatan

Peserta tidak boleh menggunakan:

  • Peralatan yang tidak sesuai aturan

  • Peralatan berbahaya

Peserta dapat dilarang bertanding jika peralatan tidak sesuai.


9.5 Perilaku Tidak Sportif

Contoh perilaku tidak sportif:

  • Tidak menghormati official

  • Tidak menghormati peserta lain

  • Melakukan kecurangan

Ini dapat menyebabkan penalti atau diskualifikasi.


9.6 Jenis Penalti

Penalti dapat berupa:

  • Pengurangan skor

  • Skor nol pada run

  • Peringatan

  • Diskualifikasi

Jenis penalti tergantung tingkat pelanggaran.


9.7 Diskualifikasi

Peserta dapat didiskualifikasi jika:

  • Melakukan pelanggaran serius

  • Membahayakan orang lain

  • Membahayakan kuda

  • Melakukan kecurangan

Diskualifikasi berarti peserta tidak dapat melanjutkan kompetisi.


9.8 Wewenang Diskualifikasi

Diskualifikasi dapat dilakukan oleh:

  • Judge

  • Official

Keputusan bersifat final.


9.9 Kepatuhan terhadap Aturan

Semua peserta harus mematuhi aturan IHAA.

Peserta yang tidak mematuhi aturan dapat dikenakan penalti.


9.10 Tujuan Aturan Penalti

Tujuan penalti adalah untuk:

  • Menjaga keselamatan

  • Menjaga keadilan

  • Menjaga standar kompetisi

Related posts

Leave a Comment